Rabu, 05 Desember 2012

Penanganan Saluran tersumbat untuk Distribusi Pasta ke Stope di Tambang Bawah Tanah Big Gossan Pastefill Freeport Indonesia


1.0     PROSEDUR PENANGANAN SALURAN TERSUMBAT

1.1       Pembilasan – Saluran Tersumbat

1)            Lokasi penyumbatan akan ditentukan oleh:
a)            Paste transducer di paste pipeline akan menunjukkan tempat penyumbatan bagian terjadi karena tekanan aliran naik (dari penyumbatan) akan tinggi dan tekanan aliran turun akan rendah. Tekanan terlalu tinggi (misalnya tekanan berkelanjutan di saluran yang melebihi tekanan operasi normal) akan memperingatkan operator yang selanjutnya akan menentukan bagian yang tersumbat tersebut.
b)            Saat ini hanya terdapat 2 pressure transducer yang terletak di saluran pemompaan paste dan 1 di gravity feed line. Ini bisa diperluas hingga tingkat yang diinginkan oleh operasi untuk menunjukkan lokasi plug yang lebih efisien.

2)            Setelah penyumbatan sebagian atau penuh diketahui, tahap berikutnya adalah mengidentifikasi dengan tepat tempat penyumbatan dan membersihkannya.
a)            Saluran yang tersumbat akan dibagi dua dan di tengah-tengah lokasi di saluran pipa, flushout T akan dibuka dengan cara seperti yang dijelaskan pada bagian 5.2 Flushout T Blasting”.
b)            Upstream paste pump akan dimulai kembali dan pemompaan keluar paste di dalam saluran akan dicoba kembali. Jika saluran di antara paste pump dan flushout T yang terbuka tidak tersumbat, penyumbatan mungkin terjadi di aliran bawah flushout T yang terbuka dan paste akan dipompa keluar dari flushout T yang terbuka sehingga saluran bisa dibersihkan ke titik tersebut.
i)              Jika saluran telah dibersihkan ke flushout T yang terbuka, cap baru akan dipasang di flushout.
ii)            Saluran akan diisi dengan air dan penyumbatan akan dicoba digerakkan dengan memompakan air bertekanan tinggi.
iii)          Jika masalah tetap ada, saluran yang tersisa di antara flushout yang terbuka dan ujung aliran bawah saluran pipa akan dibagi dua dan flushout T lainnya akan diledakkan.
iv)          Proses diulangi sampai penyumbatan ditemukan dan dibersihkan atau  pembilasan bertekanan tinggi akan mencoba membersihkan penyumbatan tersebut.
c)            Jika  flushout T diledakkan dan pembilasan air bertekanan tinggi gagal untuk membilas saluran keluar dari flushout T maka penyumbatan terletak di aliran atas flushout T tersebut.
i)                    Flush header akan dihubungkan ke flushtout T yang terbuka dan saluran pipa aliran bawah akan dibilas dengan menggunakan air tambang dan suplai air dengan bantuan pompa diesel bertekanan tinggi jika diperlukan.
ii)            Saluran di antara flushout T dan saluran pipa aliran bawah akan dibagi dua dan proses yang telah dijelaskan sebelumnya untuk peledakan flushout T akan digunakan untuk membuka saluran di lokasi itu. Proses yang sama untuk membilas ke lokasi flushout T yang baru itu juga akan digunakan.

5.2       Peledakan Flushout T

1)            Untuk melepas flushout T cap tanpa membahayakan personil, coupling di T harus diledakkan dari jauh untuk melepaskannya dan tanpa membahayakan operator yang terpapar ke energi yang tersimpan dari saluran paste.
a)            Blasting kit harus disiapkan sehingga bisa digunakan dengan cepat jika terjadi penyumbatan.
b)            Jika keharusan peledakan telah ditetapkan, blasting kit harus dipasang di coupling.
c)            Servis di sekitar area peledakan harus dilindungi dengan memasang blasting mat di atas coupling dan blasting kit.
d)           Area tersebut harus dibarikade.

SWP yang lebih lengkap dikembangkan oleh personil PTFI untuk aktifitas ini.

2)            Alternatif bagi blasting T adalah menggunakan plunger valve yang memungkinkan tekanan saluran pipa dihilangkan dari jarak jauh.
3)            Alternatif kedua adalah memasang suatu 1” valve di muka flushout T cap dan selanjutnya mengembangkan suatu SWP untuk pembukaan valve tersebut dan pelepasan material yang bisa menyumbat valve dan menghasilkan energy tersimpang di belakang valve.

5.3       Saluran yang Rusak

1)            Jika terjadi kerusakan saluran, saluran tersebut harus dihubungkan kembali secepatnya dan membilas sistem.
a)            Segera setelah saluran yang pecah terdeteksi (diperingatkan oleh observasi visual atau dengan sinyak tekanan di luar rentang dari instrumentasi bawah tanah), operator akan menilai kerusakan tersebut dan menentukan solusi paling cepat untuk menghubungkan saluran kembali.
(i)           Kegagalan coupling – saluran akan dibilas ke lokasi kerusakan coupling sehingga cukup bersih untuk menghubungkan kembali saluran dengan coupling yang baru.
(ii)         Kerusakan pipa – Pipa yang rusak akan dilepas, saluran dibilas dan selanjutnya pipa diganti.
(iii)       Kerusakan elbow atau fitting – Elbow atau fitting akan dilepas, saluran dibilas dan kemudian elbow atau fitting diganti.
b)            Jika durasi perbaikan ke saluran lebih dari 2 jam, saluran mungkin harus dibilas sebelum menyelesaikan perbaikan tersebut. Dalam hal ini, saluran hilir akan dibilas seperti terjadi penyumbatan pada saluran pipa.
(i)           Item yang rusak akan dilepas dan saluran akan dibilas ke lokasi itu.
(ii)         Flushout header akan dipasang ke sisi hilir pipa dan sisa pipa di saluran akan dibilas ke hilir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar