1.0 PROSEDUR PENANGANAN SALURAN TERSUMBAT
1.1 Pembilasan – Saluran Tersumbat
1)
Lokasi penyumbatan
akan ditentukan oleh:
a)
Paste transducer di
paste pipeline akan menunjukkan tempat penyumbatan bagian terjadi karena
tekanan aliran naik (dari penyumbatan) akan tinggi dan tekanan aliran turun
akan rendah. Tekanan terlalu tinggi (misalnya tekanan berkelanjutan di saluran
yang melebihi tekanan operasi normal) akan memperingatkan operator yang
selanjutnya akan menentukan bagian yang tersumbat tersebut.
b)
Saat ini hanya
terdapat 2 pressure transducer yang terletak di saluran pemompaan paste dan 1
di gravity feed line. Ini bisa diperluas hingga tingkat yang diinginkan oleh
operasi untuk menunjukkan lokasi plug yang lebih efisien.
2)
Setelah penyumbatan
sebagian atau penuh diketahui, tahap berikutnya adalah mengidentifikasi dengan
tepat tempat penyumbatan dan membersihkannya.
a)
Saluran yang
tersumbat akan dibagi dua dan di tengah-tengah lokasi di saluran pipa, flushout
T akan dibuka dengan cara seperti yang dijelaskan pada bagian 5.2 Flushout T
Blasting”.
b)
Upstream paste pump
akan dimulai kembali dan pemompaan keluar paste di dalam saluran akan dicoba
kembali. Jika saluran di antara paste pump dan flushout T yang terbuka tidak
tersumbat, penyumbatan mungkin terjadi di aliran bawah flushout T yang terbuka
dan paste akan dipompa keluar dari flushout T yang terbuka sehingga saluran
bisa dibersihkan ke titik tersebut.
i)
Jika saluran telah
dibersihkan ke flushout T yang terbuka, cap baru akan dipasang di flushout.
ii)
Saluran akan diisi
dengan air dan penyumbatan akan dicoba digerakkan dengan memompakan air
bertekanan tinggi.
iii)
Jika masalah tetap
ada, saluran yang tersisa di antara flushout yang terbuka dan ujung aliran
bawah saluran pipa akan dibagi dua dan flushout T lainnya akan diledakkan.
iv)
Proses diulangi
sampai penyumbatan ditemukan dan dibersihkan atau pembilasan bertekanan tinggi akan mencoba
membersihkan penyumbatan tersebut.
c)
Jika flushout T diledakkan dan pembilasan air
bertekanan tinggi gagal untuk membilas saluran keluar dari flushout T maka
penyumbatan terletak di aliran atas flushout T tersebut.
i)
Flush header akan dihubungkan ke flushtout
T yang terbuka dan saluran pipa aliran bawah akan dibilas dengan menggunakan
air tambang dan suplai air dengan bantuan pompa diesel bertekanan tinggi jika
diperlukan.
ii)
Saluran di antara
flushout T dan saluran pipa aliran bawah akan dibagi dua dan proses yang telah
dijelaskan sebelumnya untuk peledakan flushout T akan digunakan untuk membuka
saluran di lokasi itu. Proses yang sama untuk membilas ke lokasi flushout T
yang baru itu juga akan digunakan.
5.2 Peledakan Flushout T
1)
Untuk melepas
flushout T cap tanpa membahayakan personil, coupling di T harus diledakkan dari
jauh untuk melepaskannya dan tanpa membahayakan operator yang terpapar ke
energi yang tersimpan dari saluran paste.
a)
Blasting kit harus
disiapkan sehingga bisa digunakan dengan cepat jika terjadi penyumbatan.
b)
Jika keharusan
peledakan telah ditetapkan, blasting kit harus dipasang di coupling.
c)
Servis di sekitar
area peledakan harus dilindungi dengan memasang blasting mat di atas coupling
dan blasting kit.
d)
Area tersebut harus
dibarikade.
SWP yang lebih
lengkap dikembangkan oleh personil PTFI untuk aktifitas ini.
2)
Alternatif bagi
blasting T adalah menggunakan plunger valve yang memungkinkan tekanan saluran
pipa dihilangkan dari jarak jauh.
3)
Alternatif kedua
adalah memasang suatu 1” valve di muka flushout T cap dan selanjutnya
mengembangkan suatu SWP untuk pembukaan valve tersebut dan pelepasan material
yang bisa menyumbat valve dan menghasilkan energy tersimpang di belakang valve.
5.3 Saluran yang Rusak
1)
Jika terjadi
kerusakan saluran, saluran tersebut harus dihubungkan kembali secepatnya dan
membilas sistem.
a)
Segera setelah
saluran yang pecah terdeteksi (diperingatkan oleh observasi visual atau dengan
sinyak tekanan di luar rentang dari instrumentasi bawah tanah), operator akan menilai
kerusakan tersebut dan menentukan solusi paling cepat untuk menghubungkan
saluran kembali.
(i)
Kegagalan coupling
– saluran akan dibilas ke lokasi kerusakan coupling sehingga cukup bersih untuk
menghubungkan kembali saluran dengan coupling yang baru.
(ii)
Kerusakan pipa –
Pipa yang rusak akan dilepas, saluran dibilas dan selanjutnya pipa diganti.
(iii)
Kerusakan elbow
atau fitting – Elbow atau fitting akan dilepas, saluran dibilas dan kemudian
elbow atau fitting diganti.
b)
Jika durasi
perbaikan ke saluran lebih dari 2 jam, saluran mungkin harus dibilas sebelum
menyelesaikan perbaikan tersebut. Dalam hal ini, saluran hilir akan dibilas
seperti terjadi penyumbatan pada saluran pipa.
(i)
Item yang rusak
akan dilepas dan saluran akan dibilas ke lokasi itu.
(ii)
Flushout header akan
dipasang ke sisi hilir pipa dan sisa pipa di saluran akan dibilas ke hilir.